Mengenal Diabetes: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Diabetes atau kencing manis adalah penyakit kronis yang semakin umum di Indonesia. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegah diabetes sejak dini untuk hidup lebih sehat.
Diabetes atau kencing manis adalah penyakit kronis yang semakin umum di Indonesia. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegah diabetes sejak dini untuk hidup lebih sehat.
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Biasanya muncul sejak usia muda dan memerlukan suntik insulin seumur hidup.
Jenis yang paling umum (90% kasus). Terjadi ketika tubuh resisten terhadap insulin atau tidak memproduksi cukup insulin. Umumnya muncul di usia dewasa dan berkaitan dengan gaya hidup.
Diabetes yang terjadi selama kehamilan. Biasanya hilang setelah melahirkan, namun meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Kenali gejala diabetes berikut ini:
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:
Penurunan berat badan 5-10% pada orang obesitas dapat mengurangi risiko diabetes hingga 58%.
Olahraga minimal 150 menit per minggu. Jalan kaki 30 menit setiap hari sudah sangat membantu.
Konsumsi makanan tinggi serat, batasi gula dan karbohidrat sederhana, perbanyak sayur dan buah, pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh).
Kurangi konsumsi minuman manis, kue, permen, dan makanan tinggi gula.
Stres kronis dapat meningkatkan kadar gula darah. Lakukan meditasi, yoga, atau hobi yang menenangkan.
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes. Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam.
Lakukan pemeriksaan gula darah rutin, terutama jika punya faktor risiko.
Diabetes dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Kenali gejalanya sejak dini dan lakukan pemeriksaan rutin. Jika terdiagnosis diabetes, kontrol gula darah dengan baik untuk mencegah komplikasi. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Sumber Referensi:
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI)